2010/03/15
t=v1+v2 ,Cara meningkatkan traffic dan popularity dengan cepat dan alami
awalnya saya menganggap cara ini akal-akalan, tapi setelah diterapkan ternyata bener, traffic blog saya ini meningkat dengan pesat.
Gimana caranya???
Copy paste tulisan dibawah ini dan ikuti sarannya...GRATIS...
-------------------MULAI COPY PASTI DI SINI--------------------------------
Sebuah filosofi mengatakan "Honesty is The Best Policy (Kejujuran adalah politik/strategi terbaik)" , inilah yang akan kita buktikan....apakah konsep kejujuran bisa kita olah menghasilkan traffic dan popularity yang lebih hebat dari konsep rumit para expert webmaster atau pakar SEO..?...
Saya yakin bisa asal konsep ini di jalankan dengan benar...,bila ini di terapkan pada web anda sesuai ketentuan maka:
-Web anda akan kebanjiran traffic pengunjung secara luar biasa hari demi hari, tanpa perlu repot-repot memikirkan SEO atau capek-capek promosi keberbagai tempat di dunia internet.
-Web anda akan kebanjiran backlink secara luarbiasa hari demi hari, tanpa perlu repot-repot berburu link keberbagai tempat di dunia internet.
Jika Albert Einstein memakai persamaan e=mc2 untuk menggabungkan potensi masa dan kecepatan cahaya untuk menghasilkan energi nuklir yang luar biasa itu ,maka kita akan memakai persamaan t=v1+v2 untuk mnggabungkan potensi web saya dan web anda untuk menghasilkan traffic dan popularity yang luar biasa pula.
Jika Einstein menggunakan atom plutonium dan uranium untuk membuat bom nuklir, maka kita menggunakan Kejujuran dan ketepatan untuk membuat bom traffic dan popularity ini.
Yang perlu anda lakukan adalah ikuti langkah-langkah berikut :
1.Buat posting artikel seperti posting saya ini, atau copy-paste posting ini dan juga diberi berjudul : t=v1+v2 ,Cara meningkatkan traffic dan popularity dengan cepat dan alami
2-Selanjutnya Copy atau buat KALIMAT SAKTI yang ada di bawah nomor 4 ini lalu pasang di web anda pada bagian yang paling mudah dilihat pengunjung, misalnya di bagian atas sidebar:
3-Pindahkan atau ganti link atau alamat url posting saya (disini-1) menggantikan alamat url rekan saya (disini-2).
-untuk mengetahui alamat url posting saya dan posting yang anda buat adalah bisa dengan meng-klik judul/title posting yang kita buat ini.
4-Lalu isi alamat url posting anda pada pada disini-1 tadi. Jadi anda melakukan publish (terbitkan) 2 kali, setelah posting ini selesai anda buat lalu di terbitkan, dan lalu anda klik pada title (judul) posting untuk mengambbil/meng-copy alamat url posting anda dari address bar browser anda, lalu anda edit lagi posting tadi dan masukan pada link disini-1 itu.
Berikut tulisan "KALIMAT SAKTI" yang perlu anda pasang di bagian web anda (setelah di ganti link url-nya sesuai ketentuan di atas)
"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...?...
Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...!..Klik disini-1 dan disini-2"
-Jadi setelah KALIMAT SAKTI ini di letakan di web anda maka: jika pengunjung meg-klik link disini-1 akan menuju link posting anda, dan jika meng-klik disini-2 akan menuju link posting saya...dan seterusnya kan terus terjadi mata rantai yang tak terputus seperti itu...
5-Di bawah ini ada 2 link :link anda (link web saya sekarang) dan link saya (link web rekan saya sekarang) . Maka ganti (alamatnya) "link anda" dengan "link url web anda" dan "link saya dengan link url web saya" (link rekan saya di hapus).
link anda
link saya
5-Selesai, siapkan counter tracker dan pengecek link misalnya sitemeter dan technorati untuk melihat hasil banjir traffic dan linkback web anda.
Apa itu t=v1+t2...?
t : Jumlah traffic yang akan di peroleh web anda dalam suatu hari
v1 : Jumlah pengunjung web anda dalam suatu hari
v2: Jumlah pengunjung yang dimiliki v1 (pengunjung dari pengunjung web anda) dalam suatu hari.
Traffic:
Misalnya, web saya ini atau web anda dalam sehari memiliki rata-rata pengunjung 50 orang.., dan semuanya menerapkan konsep kita ini (KALIMAT SAKTI) dengan benar, dan dari 50 orang itu masing-masing memiliki 50 orang pula pengunjung dari blog-nya , maka web kita akan berpeluang di kunjungi 50 ditambah 50 x 50 orang pada hari itu = 2550 orang , dan akan berpeluang terus meningkat pula hari demi hari ,karena setiap hari selalu ada pengunjung baru di dunia internet, setiap hari juga ada blogger atau web baru di dunia internet...BUKTIKAN
Popularity:
Misalnya, web kita memiliki pengunjung 50 orang dalam suatu hari, dan semuannya menerapkan konsep ini , maka dalam hari itu web anda akan mendapatkan 100 linkback ke web anda, yaitu sebuah link pada KALIMAT SAKTI dan sebuah link pada link saya di kalikan 50. dan akan berpeluang meningkat terus hari demi hari....
Kenapa perlu di buat link link anda dan link saya pada posting...?
...hal ini untuk menjaga keabadian link kita, karena seperti kita tau link pada posting lebih kecil kemungkinannya terhapus....
Bisakah kita berbuat tidak fair atau tidak jujur menyabotase konsep ini, misalnya "menghilangkan semua link asal" lalu di isi dengan web/blog kita sendiri...? ....Bisa, dan konsep ini tidak akan menjadi maksimal untuk membuktikan Kejujuran adalah strategi/politik terbaik.....Tapi saya yakin bahwa kita semua tak ingin menjatuhkan kredibilitas diri sendiri dengan melakukan tindakan murahan seperti itu...
-------------------------SELESAI----------------------------------------------
Current State of The Geothermal Development in Indonesia and Government Policy (2007)

Geothermal Development History in Indonesia

Kamojang was the first field to be developed in Indonesia where, from 1926 to 1929 five exploration wells were drilled at that area. Until now, one of them still can still produce dry steam. All activity was stopped probably because of war but in 1972, with grants from the governments of France and New Zealand, Pertamina, Indonesia’s National Oil Company, the Directorate of Volcanology started to conduct preliminary surveys. Today, the tasks are handled by the Centre of Geology Resources-Geology Agency. From their last surveys in 2006, Indonesia has 257 geothermal prospect areas and most of these are categorized as high temperature systems (> 225°C), well-suited for generating electricity. The potency is more than 27,000 MW or equivalent to eleven billions barrels of oil.
From all prospect areas, there are some that have been developed large scale to generate electricity with a total capacity of 852 MW, namely, Sibayak-Sinabung (2 MW), Awi Bengkok-Gunung Salak (375 MW), Wayang Windu (110MW), Kamojang (140MW), Darajat (145MW), Dieng (60MW) and Lahendong (20 MW).
Three main reasons Indonesia should develop geothermal are: abundance of the resource, it is a viable form of alternative energy, and it is a promising form of energy for the future. Indonesia claims to have almost forty percent of the world’s geothermal resources, which makes sense since Indonesia is the world’s largest “ring of fire” country and most ring of fire countries have geothermal resources. Geothermal is an alternative energy to suited to replace fossil fuels such as oil, gas and coal. Nowadays, worldwide energy use from fossil fuels shows a declining trend. There is a strong movement to use green energy, which is energy that will not produce CO2 and others gas as by-products which contribute to the greenhouse effect. In this sense, Geothermal developers can earn carbon credits and it is logical that Indonesia should follow the such trends where geothermal energy is positioned to become a promising and viable energy source for near future.
At least four interest or activity areas must be considered when developing geothermal energy: government, private, academic and society. While the government’s activity carries most responsibility, all four activity areas must be considered collectively – no single activity area can be considered in isolation from the other the other three. Government has the fundamental role as a regulator but the inputs of the other three partner activity areas are relied on. The government’s regulatory tools, which ensure appropriate laws are made, are needed to endorse geothermal development. The academic area, as the center of education and research, ensures suitably trained professionals and experts are prepared for this industry, to work in both the private and government sectors. The private sector activity area has responsibility for optimum Geothermal Mining Business Activity (GMBA). Society, as an activity area, has the important role of consumer and has greater applications for geothermal direct use. Without the co-exiting support of all four activity areas, it will be difficult to develop geothermal energy in Indonesia.
Geothermal power plants can replace the function of fossil fuel-powered power plants to save and add foreign exchange. According to figure, Indonesia actually is not exclusively an oil exporting country because it needs to also import oil to satisfy its domestic energy requirements. More than fifty percent of Indonesia’s natural gas production is for export purposes and this is exceeded by the production of coal where more than seventy percent of that energy resource’s extraction is intended for export.
Direct use and indirect use of geothermal in Indonesia must be developed in parallel. Law 27/2003 says that the managing of geothermal resources must produce added value for the wealth and prosperity of society. The aim is that all resources, whether used for generating electricity or not, provide some other additional benefit. Besides direct use applications, used for developing small-to-medium scale plants are no less important. Inventorying resources for direct use applications will be a good first step.
Geothermal should get priority to be developed in regions that have an abundance of geothermal potency but less in other energy resources. Geothermal in the remote regions like Sulawesi, Nusa Tenggara and Maluku should be given more attention to fulfill energy demand, which should take energy accessibility into account as well. Developments in Java and Sumatra should not be overlooked, because they still experience ongoing electricity crises. These remote areas must be treated differently from Java because of their incomplete structure and infrastructure. Greater incentives need to be provided for geothermal developers to match correspondingly higher electricity/steam geothermal produced prices.
Hasil Chatingan dengan Teman

karena gak bisa nulis...hasil chattingan aja dijadiin note. Note ini telah lulus sensor, maaf bila ada kesamaan tempat, waktu, nama
Y : PNS...loe dimana??
X : PT X.....btw emang cukup ya gaji PNS??rumah loe dimana....
Y : ya dicukup2in....belum punya rumah kalo di Jakarta...masih kost...gaji gw kan gak segede loe...
X : iya sih.....tapi kok PNS tetangga gw lebih gede rumahnya dari rumah gw.....korupsi kali ya.....
Y : ih belum tentu...sapa tahu warisan....
X : ah...rasanya gak mungkin...parah2 ya PNS sekarang hobinya korupsi....mending gw pasti halal....
Y : kok pasti????apa gara-gara diswasta......
X : iya dong.....gw dapat duit dengan mengeluarkan keringat......
Y : emang sih gw gak sampe keringatan kerjanya soalnya pake ac.......
X : gw denger sih PNS gawenya enak....santei....cuma baca koran....bener gak??
Y : kalo cuma sih salah.kalo baca koran kadang keharusan buat tahu perkembangan dunia luar...
X : ah..alasan aja...
Y : loe baca paper gak buat nambah ilmu...
X : iya dong...kita kan harus update dengan teknologi terbaru...
Y : nah kalo kita harus update dengan situasi dan kondisi.....makanya kita baca news paper....
X : Loe banyak makan duit negara ya??hehehehe....kalo gw sih gak pernah ngerugiin negara......
Y : iya dong, kita kan digaji ama negara, tapi beda lo makan deng ngerugiin........masa sih.....
X : iya dong duit gw jelas semua darimana....dari perusahaan gw....
Y : ya pasti dong ....pernah gak kerja salah??
X : maksudnya...??
Y : ya...pas ngerancang/bikin program kerja salah semacam itulah.....
X : ya pernahlah, kalo ada yang bilang enggak boong tuh...tapi itu manusiawi dong.....
Y : kira-kira perusahaan loe ngeluarin duit gak buat kesalahan loe...
X : pasti dong....di bidang ini tuh segala sesuatunya mahal......makanya wajar gaji kita gede....
Y : yang bayar siap?
X : perusahaan gw dong....masa pake duit sendiri...
Y : harusnya pake duit loe....
X : kenapa....??
Y : yang bayar emang perusahaan loe tapi nanti diganti ama DUIT NEGARA......
X : biarin yang penting bukan duit gw.....hehehehe...loe udah kemana aja??
Y : ke x, y, z.etc.....kalo loe gimana??
X : pake duit negara ya pergi-perginya???
Y : alhamdulillah, enggak....dapat sponsor..kalo loe udah kmn aja??
X : kalo gw sih udah keliling ke negara x,y, z....kan dapat jatah ke jalan2 setiap tahunnya...
Y : asyik dong...yang bayar siapa??
X : perusahaan gw dong.....kalo sendiri habis dong gaji....
Y : masih mending loe habis..gw gak cukup.....
X : hehehe...kasihan deh....
Y : btw ama perusahaan loe, duit buat loe keliling dunia di re-imburst ke negara gak??
X : ngaruhnya apa??
Y : ngaruh dong, kalo ganti ama negara...berarti loe makan duit negara...loe sama gak sensitifnya ama menteri yang ganti mobil....konsisten dong.....
Gajah vs Keledai

Saya pernah denger cermah Aa Gym tentang salah satu alasan mengapa kita harus menghargai pendapat orang. Dikatakan beliau bahwa pendapat kita berasal dari pengetahuan, pengalaman dan Sudut pandang.
Ada dua cerita yang disampaikan pada waktu itu, mungkin cerita-cerita ini pernah kita dengar sebelumnya. Hanya untuk mengingatkan kita, ceritanya akan saya ceritakan kembali. Dan ceritanya adalah sebagai berikut:
Cerita tentang Gajah
Tersebutlah ada 5 orang Tunanetra ditugaskan untuk memberikan laporan apa yang diketahuinya tentang Gajah. Dari laporan yang diterima ternyata semuanya memberi kesimpulan yang berbeda-beda. Orang pertama bilang gajah itu besar seperti tembok karena yang dipegang badannya, orang kedua melaporkan gajah itu seperti pohon kelapa karena yang diperiksanya adalah kaki gajah, orang ketiga mengatakan bahwa gajah itu seperti terompet karena yang diamatinya adalah belalainya, dan orang keempat mengambil kesimpulan bahwa gajah itu seperti cambuk karena yang menjadi perhatiannya adalah ekor gajah, sedangkan yang kelima menganalisa telinga gajah sehingga gajah itu tipis dan lebar. Padahal sebagaimana kita tahu gajah itu seperti apa.
Pelajaran pertama yang dapat diambil adalah kita harus tetap belajar dan terus belajar baik ilmu dunia dan ilmu agama, jangan sampai kita seperti kelima orang buta itu.
Pelajaran kedua adalah kita harus sangat menghargai pendapat orang lain karena pendapatnya belum tentu salah dan pendapat kita belum tentu benar. Mungkin saja kita dan mereka adalah salah dua dari orang buta itu.
Jadi pendapat mereka tergantung dari pengalaman dan pengetahuan mereka.
Cerita tentang Keledai
Suatu ketika ada seorang bapak dan anaknya akan pergi menuju sebuah tempat dengan menggunakan seekor keledai. Pada awalnya keledai dinaiki oleh si anak dan si bapak berjalan kaki kemudian mereka bertemu dengan seseorang yang mencibir mereka dengan alasan si anak tidak berbakti kepada orang tua dikarenakan membiarkan si bapak berjalan kaki. Selanjutnya bertukarlah posisi si bapak dan si anak, si bapak naik keledai dan si anak berjalan kaki. Tidak lama kemudian bertemulah mereka dengan seseorang yang mengatakan bahwa si bapak tidak sayang dengan anaknya karena membiarkan anaknya berjalan kaki. Setelahnya, keduanya menaiki keledai secara bersama-sama dan kemudian bertemu seseorang lagi yang berkomentar bahwa keduanya bukan orang baik dan tidak berperasaan karena tidak kasihan menaiki keledai kecil secara bersama-sama. Akhirnya mereka putuskan untuk tidak menaiki keledai tersebut, kemudian mereka bertemu lagi dengan seseorang yang tertawa-tawa lucu karena melihat mereka yang dianggapnya bodoh karena memiliki seekor keledai tapi cuma dituntun bukan dinaiki.
Pelajaran pertama adalah kita butuh aturan dan panduan yang jelas sehingga kita yakin bahwa segala tindakan kita adalah sebuah tindakan yang benar dan tepat bukan berdasarkan apa kata orang. Agama dan aturan negara menyediakan semua hal itu, terutama aturan agama yang kebenaran mutlak berasal dari Yang Maha Pencipta yang menjadi dasar semua aktivitas kita.
Pelajaran kedua yang bisa diambil adalah bahwa orang lain memberikan pendapat dari sudut pandang mereka sendiri.
Jadi pendapat mereka tergantung dari sudut pandang mereka.
Kesimpulan
Hargai pendapat orang lain karena pendapat kita belum pasti benar dan pendapat orang lain belum pasti salah. Pendapat yang dikeluarkan tergantung kepada pengetahuan, pengalaman dan sudut pandang.