POTENSI PANAS BUMI INDONESIA

2011/01/14

Pemerintah Persiapkan 9 Wilayah Panas Bumi, Satu di Antaranya Ciremai

JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah menargetkan pada 2025 Indonesia bisa mengembangkan pembangkit listrik berbahan bakar panas bumi dengan kapasitas 12.000 Megawatt (MW).

Direktur Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (DJEBTKE), Sugiharto Harsoprayitno,mengatakan guna merealisasikan hal tersebut maka pada tahun ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) akan menetapkan sembilan wilayah kerja panas bumi (WKP).

Kelima WKP yang sudah diajukan tersebut yakni Bonjol (Sumbar) dengan potensi 200 MW, Danau Ranau (Sumsel-Lampung) potensi 210 MW, Mataloko (NTT) potensi 63 MW, Ciremei (Jawa Barat) potensi 150 MW, dan Gunung Endut (Banten) potensi 80 MW.

Sedangkan empat WKP lainnya yaitu Sembalun (NTB) dengan potensi 120 MW, Way Ratai (Lampung) potensi 194 MW, Simbolon Samosir(Sumut) dengan potensi 225 MW dan Telomoyo (Jateng) potensi 92 MW.Keempat wilayah tersebut, lanjut Sugiharto, saat ini masih dalam tahap sedang dilakukan penugasan survey pendahuluan yang meliputi survey geologi, geokimia serta geofisika. Setelah selesai baru bisa ditetapkan menjadi WKP, tuturnya.

Kendati demikian, kata dia, sembilan WKP tersebut tahun ini harus seluruhnya bisa ditetapkan mengingat potensi total yang cukup besar yaitu 1.334 MW serta memiliki peranan kontribusi penting dalam upaya pemerintah mencapai target 12.000 MW pada 2025 mendatang. (das)***

Sumber : Pikiran Rakyat on line Sabtu, (15/01/2011 - 02:22)

2010/11/14

JANGAN MENYERAH


Disaat usia kehamilanku menginjak 9 bulan, rasa cemas datang menghampiriku, terlebih setelah dokter memvonis jika kandunganku tidak ada kontraksi sama sekali maka terpaksa proses kelahiran anak pertamaku harus cesar………..hancur hatiku mendengarnya , terlebih aku harus melahirkan sendiri tanpa di dampingi suami tercinta, bingung campur aduk dengan rasa takut yang ada dalam pikiranku…………

Aku sadar setiap perempuan yang akan melahirkan, pasti memiliki ketakutan seperti yg aku alami………..

aku teringat akan syair dari lagu jangan menyerah……………dan ternyata membuat aku semangat kembali menghadapi proses kelahiran anak pertamaku…………

Memang jika kita telah berusaha semaksimal mungkin dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan,hasilnya akan berbuah manis seperti yang aku alami sekarang ini……..

Aku berdoa, pasrah dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan, apapun keputusan-Nya, aku ikhlas dan pasrah, bersyukur kepada-Nya karena itu berarti jalan yang terbaik buat aku…………

Alhamdulillah a bisa melahirkan putra mungilku dengan Normal………….


(Rosmayanti Haerani Nugraha)


2010/11/04

Gara-Gara Drama Korea

Teman kuliah mungkin saat ini tengah membaca paper buat thesis mereka.
Saya??malah nonton drama korea.......tapi gak apa-apa toh mid-term presentationnya lancar...
Gak terasa udah 4 judul drama yang sudah tonton........
Dari 4 judul yg sudah saya tonton berikut peringkat rekomendasinya:
1. Personal Taste
2. Full House
3. My Girlfriend is gumiho
4. Wonderful life

ada beberapa link yang bisa klik untuk bisa nonton, diantaranya:
viikii (ada teks indonesia-nya)
mysoujo (ada profilenya)
dramacrazy (filmnya lengkap)

2010/10/21

Surat untuk Istriku

Wahai istriku,
Terpisah 18 jam denganmu membuat aku semakin sadar sadar bahwa kamu memang bagian dari diriku.
Disaat-saat seperti ini biasanya kamu ada mengisi apa yang kosong, memberikan yang aku harapkan, memberikan ketegaran yang aku butuhkan dan menguatkan percaya diri aku.
Kadang terbersit dalam pikiran aku untuk apa aku lakukan semua ini, tapi kamu selalu mengingatkan aku bahwa yang aku lakukan adalah benar.
Hanya pembenaran dirimulah yang aku butuhkan, yang membuat semangatku membara kembali untuk melakukan hal yang terbaik.
Pengorbanan aku mungkin tidak seberapa dibanding dengan pengorbanan kamu.
Walaupun, aku tahu kamu wanita yang tegar tapi aku sadar melakukan apa yang kamu lakukan tidaklah mudah. Kamu pikul beban yang seharusnya aku tanggung.
Kamu lakukan segala yang telah menjadi kewajibanku.
Tidak ada didunia ini yang bisa menggantikan kasih sayang dan pengertianmu.
Bahagiamu adalah bahagiaku dan semoga ketegaranmu akan menjadi ketegaranku juga
Terima kasih sayang

2010/04/16

Analogi Kandang Ayam



Ide tulisan ini didapatkan ketika kemarin chatting dengan istri. Ceritanya mau jadi sok-sok jadi penulis profesional yang idenya bisa datang kapan aja. Tapi tulisan ini pun tidak terstruktur juga karena niatnya pengen nulis aja. Ngomongin tulisan terstruktur, jadi ingat ternyata ada 2 (dua) judul artikel buat majalah inetern kantor yang masih terbengkalai yang ingin dibuat dan gak tahu kapan akan selesai. Kalo nulis ngalor ngidul seperti ini sih gampang tapi kalau nulis yang agak bener ternyata tidak gampang, buat strukturnya aja gak selesai-selesai. Untuk kali ini tidak akan pasang deadline untuk menyelesaikannya, karena didepan sudah terlihat kegiatan-kegiatan yang akan menyita perhatian, ada ujian stream, ada tugas dan harus milih topik tesis yang akan menentukan hidup ke depan.

Hidup adalah sebuah analogi, dengan analogi kita akan mengetahui arti hidup sebenarnya. Seperti analogi bahwa hidup ini seperti musafir yang singgah sebentar ke sebuah daerah dan pasti akan meninggalkan daerah tersebut. Sehingga dengan analogi ini, sangat bodohlah orang yang menghabiskan tenaga dan waktunya untuk melakukan yang sia-sia padahal tahu bahwa kita akan meninggalkannya tanpa membawa bekal. Analogi lain yang sering dipakai adalah rayuan seorang laki-laki dan perempuan sebagai kumbang dan bunga. Analogi ini dikarenakan mungkin normalnya laki-laki lebih aktif dibandingkan perempuan, sehingga apabila ada perempuan yang mendatangi laki-laki, analoginya menjadi tidak normal lagi, bagai bunga mendatangi kumbang.

Analogi yang ingin disampaikan adalah bahwa membuat peraturan/kebijakan adalah ibarat membuat kandang ayam. Kenapa kandang ayam?bukan kandang kambing atau kandang buaya, hal itu karena ini menulisnya sambil makan ayam goreng. Saya tergelitik dengan komentar temen yang mengatakan bahwa kita (pegawai pemerintah) dalam membuat peraturan/kebijakan tidak usah tahu secara teknis atau tidak usah tahu secara dalam, cukup tahu saja. Logika ini saya analogikan sebagai sesorang yang membuat kandang ayam tetapi hanya tahu ayam dari gambar saja. Karena tidak tahu bahwa ukuran ayam seperti apa, maka ukuran kandangnya pun cukup dikira-kira aja. Kalau yang kita lihat anak ayam maka kandangnya akan kecil dan karena kita tidak tahu kalau ayam tidak akan tumbuh seperti gajah maka kandangnya kita buat besar sperti kandang gajah. Dirancangnya kandang ayam tersebut di ruang tamu karena melihat bahwa bulu ayam tersebut berwarna-warni. Padahal kalau kita tahu benar-benar ayam itu seperti apa, kandang yang dibuat akan lebih optimal. Kita akan merancang kandang ayam tersebut sesuai tujuannya apakah ayam tersebut ayam petelur atau pedaging. Kandang ayam tersebut akan kita rancang bagaimana agar ayam-ayam tersebut tetap sehat, misalnya dengan merancang agar mudah dalam membersihkan kandangnya dan membuat sirkulasi udara yang baik. Dan tidak akan melakukan hal yang bodoh dengan menyimpan kandang ayam di ruang tamu.

Hal-hal diatas beranalogi dengan pada saat kita dalam membuat peraturan/kebijakan untuk mengelola sumber daya. Ukuran kandang maksudnya kita harus tahu sejauh mana kita harus mengatur, akan tetapi jangan sampai segala sesuatunya terlalu diatur. Ayam petelur atau pedaging, maksudnya kita harus tahu persis apa yang akan kita jual dan nilai lebih dari sumber daya kita, sehingga dapat menarik para investor yang sesuai dengan sumber daya kita. Membuat kandang yang nyaman dan sehat artinya dalam mengelola sumberdaya harus memperhatikan sustainability dari sumber daya kita. Yang terakhir, menyimpan kandang ayam diruang tamu, jangan sampai kita membuat peraturan yang bodoh karena tidak tahu ilmunya. Orang lain tidak akan protes kalau kita menyimpan kandang ayam di ruang tamu karena itu rumah kita, cuma orang menjadi tidak nyaman saat bertamu ke rumah kita.

Ayo membuat kandang ayam yang terbaik!!!!!!!!!